2_KITAB Lokal Pesantren

Kitab Lokal Pesantren
Oleh: Ali Muttaqin Zahry


Yang saya maksud dengan "Kitab Lokal Pesantren" adalah kitab yang diterbitkan oleh insan-insan pesantren di Indonesia yang belum digunakan secara global di dunia.

-- Jadi bukan seperti Kitab Sirojut Tholibin, meskipun pengarangnya dari Jampes Kediri, tidak saya masukkan dalam kelompok ini karena kitab tersebut sudah dipakai di seluruh dunia Islam.

Dalam kasus tertentu (karena unit penerbitan pondok sudah merambah bidang usaha menerbitkan kitab global, tetap saya masukkan dalam kelompok penerbit Kitab Lokal Pesantren, misalnya Kitab Qurrotul Uyun, Kitab Ayyuhal Walad (Imam Ghozali). Sehingga Kitab Lokal Pesantren disini bukan berdasar jenis kitabnya, tapi memakai dasar pihak yang menerbitkan adalah insan pesantren. --

Cara penyebaran Kitab Lokal Pesantren ini biasanya dari alumni masing-masing pondok pesantren. Kalau sang ustadz/guru memakai Alfiyah dari Pondok Ploso (Kediri), maka tentunya dalam mengajar akan memakai kitab Alfiyah cetakan Ploso, begitu juga untuk ustadz dari Pondok Lirboyo (Kediri).

Kitab Lokal Pesantren saya kelompokkan jadi dua:

1. KITAB TERBITAN PONDOK PESANTREN

Merupakan kitab resmi dari pondok pesantren yang bersangkutan, biasanya berbahasa Arab sebagai bahan ajar.
Misalnya:
- Penerbit Pondok Pesantren AL-FALAH, PLOSO, Kediri, misalnya: Alfiyah
- Penerbit Pondok Pesantren LIRBOYO, Kediri, misalnya: Taqrirot Alfiyah
- Penerbit Pondok Pesantren HIDAYATUT THULLAB, Petuk, Kediri, misalnya: Risalatus Shiyam
- Penerbit MAKTABAH UTSMANIYAH Petuk, Kediri, misalnya: Kitabun Nikah
- Penerbit PUSTAKA JET TEMPUR (Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri), misalnya: Standar Tajwid.
- Penerbit Maktabah Tsarotul Islam (Pustaka Warisan Islam), Jombang, menerbitkan kitab-kitab karya KH Hasyim Asy'ari, misalnya: Adabul 'Alim wal Muta'alim
- Penerbit Pondok Denanyar Jombang
- Penerbit Pondok Ringinagung Pare, Kediri
- Penerbit TRIMURTI GONTOR, (Pondok Modern Gontor), Ponorogo


2. BUKU TERBITAN SANTRI

Menulis bagus kau akan kaya raya...

Dalam kitab Ta'lim Muta'alim disebutkan cara santri membiayai proses belajarnya. Jika santri harus bekerja saat belajar, maka sebaiknya memilih jalur sebagai penulis. Karena disamping mendapat insentif dari hasil menulis, juga menambah ilmu.

Kebanyakan kelompok ini merupakan unit mandiri tersendiri, tidak ada hubungan organisatoris dengan pondok pesantren asal penulis menempuh pendidikan. Biasanya berisi nuqil-an atau ringkasan, ditulis dengan bahasa Indonesia, kadang dengan dua bahasa (Indonesia dan Arab).

Bahasa Indonesia yang dipakai biasanya tidak selaras EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), terutama transliterasi Arab-Latin. Karena kebiasaan santri selalu fasih berbahasa Arab menjadi "kikuk" ketika diharuskan tidak fasih dengan memakai EYD. Semoga nanti ada kesepakatan para santri untuk membuat standar ESYD (Ejaan Santri Yang Disarankan), untuk translitersi yang memudahkan tanpa mengubah makna asalnya.

Buku jenis ini isinya campuran (ada juga yang hanya berisi hiburan, misalnya humor santri), tidak harus masuk DDC Islam 297 atau 2x0.
Saya sebutkan disini "Buku Lirboyo-an", karena diterbitkan oleh santri-santri di sekitar Lirboyo (Kediri, Jombang, Nganjuk, dan lain-lain).

Jika potensi buku terbitan lokal pesantren, terutama oleh penerbit indie para santri dikelola secara sungguh-sungguh, saya yakin sebentar lagi akan bisa ikut meramaikan dunia penerbitan Indonesia. Apalagi perkembangan teknologi cetak semakin tak terbendung.

Secara kualitas isi, sebenarnya ini konten sangat baik dalam literatur (agama Islam) berbahasa Indonesia, karena gen kitab kuning masih kentara. Meski ada juga santri yang menerbitkan asal laku saja. Tapi ingatlah, tulislah yang bermanfaat karena itu akan abadi....

Santri lulusan Ponpes Lirboyo Kediri, di akhir masa belajarnya tiap kelompok diwajibkan menerbitkan karya tulisnya. KH Kafabihi Mahrus memberi apresiasi sangat besar terhadap santrinya dalam menerbitkan buku. Ada fasilitas perpustakaan yang representatif. Bahkan beliau sering memberi kata pengantarnya. Kalau dalam kuliah, ini seperti skripsi, namun tidak seperti skripsi mahasiswa pada umumnya yang hanya menumpuk di perpustakaan. Karya tulis santri Lirboyo ini langsung dilempar ke "pasar buku" biar masyarakat yang menilai.

Dari seleksi alam, banyak juga buku yang jadi best seller (laris manis) di toko buku. "Pemaksaan" penerbitan karya santri tersebut, berujung banyak santri yang akhirnya benar-benar terjun di bisnis perbukuan.

Misalnya, penerbit ini saya kelompokkan berdasar pemilik, penerbit, atau distributor/penyalur-nya:
- ATE, Kediri
- ABDUL WAHID, Kediri
- AZIZIYAH, Kediri
- DARUL HIKMAH, Jombang > Bisri
- DKM, Kediri
- ALAIKA PRESS, Nganjuk > MA.GHOZALI > RCS, LENTERA, AL-KAUTSAR
- IBAD, Kediri
- MITRA GAYATRI, Kediri
- MU'JIZAT, Kediri > Ifrosin
- OYE, Kediri > TIKLEK
- PUSTAKA AZM, Kediri > M. Khoirul Anam
- PUSTAKA GERBANG LAMA, Kediri
- TURATS, Kediri- TOMI, Kediri



{Catatan}
Yang berkepentingan dengan tema tulisan ini bisa menghubungi saya,
Ali Muttaqin Zahry, 0852 2944 5592 (AS),

Mencari Data di Blog Ini:

Memuat...

Jumlah Kunjungan Blog Ini: